Jumat, 13 Maret 2015

Filosofi Sabuk Taekwondo


Sebagai seorang Taekwondoin, tentu pasti mengenakan sabuk dalam setiap latihannya. Termasuk taekwondoin di SMAN 11 Bekasi. Tentu sabuk yang dikenakan tidak sekedar memiliki warna. Atau menunjukan sebuah tingkatan, mana junior dan mana senior. Tetapi juga memiliki makna, berikut penjelasannya :
1.      Putih

Melambangkan kesucian, karna warna ini memang paling dasar diantara semua tingkatan yang ada. Disini juga diartikan, bahwa seorang Taekwondoin awalnya mempelajari segala sesuatunya dari dasar.

2.      Kuning

Melambangkan bumi, pada tingkatan inilah mulai ditanamkan dasar-dasar yang kuat dan kokoh. Biasanya setelah sabuk kuning, naik ke kuning strip hijau terlebih dahulu.

3.      Hijau



Melambangkan hijaunya pepohonan, disinilah dasar Taekwondo yang telah ditanamkan sebelumnya mulai tumbuh dan berkembang, layaknya sebuah pohon. Biasanya setelah hijau, akan naik ke hijau strip biru.

4.      Biru

Melambangkan surga, atau birunya langit yang menyelimuti bumi. Memberi arti bahwa kita harus mengetahui apa yang telah kita pelajari, dan apa yang telah kita dapati. Biasanya setelah biru, akan naik ke biru strip merah.

5.      Merah

Melambangkan keberanian, atau matahari yang menyinari tata surya, disini juga berarti sabuk merah juga harus menjadi pedoman bagi Taekwondoin yang lain, terutama yang tingkatannya dibawah sabuk merah. Tentu dia harus bisa memberikan contoh yang baik bagi yang lainnya.

6.      Hitam

Melambangkang kemahiran. Disinilah seorang Taekwondoin dianggap matang, karena ditingkat inilah dia harus menyalurkan ilmunya pada yang lain. Tetapi disinilah, seorang Taekwondoin harus mampu untuk belajar lebih giat lagi. Karena meskipun sudah sabuk hitam, tetapi disitu dia dituntut untuk terus belajar. Karena sejatinya manusia tak akan pernah berhenti belajar, sebelum habis masanya.

Nah itulah beberapa penjelasan singkat, mengenai sabuk Taekwondo yang dikenakan. Memiliki arti dan makna tersendiri bagi siapa pun yang mengenakannya. Bermakna juga untuk menjadi patokan harus dimanakah ia belajar, harus bagaimanakah ia bersikap seperti semestinya. Juga makna sabuk ini selain bisa mengatur prilaku bagi yang mengikutinya. Juga supaya ada motivasi atau semangat tersendiri, supaya bisa memiliki keinginan untuk terus belajar, dan berlatih.

Sejarah Taekwondo SMAN 11 Bekasi


.   a.       Masuk dan Berkembang nya

Setelah Taekwondo DEKADE Team berdiri dan berkembang, dan seiring adanya kebutuhan untuk membuka unit baru. Maka Ketua Umum dari DEKADE Team pun memutuskan untuk melebarkan sayapnya pertama kali ke Bekasi diperkirakan pada tahun 2008 silam. Dengan unit pertama yang ada di Bekasi berada di komplek POLRI Jatirangga.

Kemudian mulai melirik SMAN 11 Bekasi sebagai tempat yang potensial untuk mencari bibit-bibit atlet taekwondo atau taekwondoin berikutnya. Juga didasari keinginan untuk mengembangkan Taekwondo di Bekasi. Karena pada masa itu, sekolah yang umumnya berada di Bekasi sangat jarang ada perguruan atau klub Taekwondo, karena masyarakat pada umumnya hanya mengenal beladiri tradisional asal Jepang, yang kita kenal dengan Karate. Juga masyarakat Bekasi pada waktu itu belum begitu mengenali beladiri asal Korea ini. Maka daripada itu, selain adanya keinginan untuk mencari bibit taekwondoin dan kebutuhan akan unit baru. Tujuan lainnya itu juga memperkenalkan Taekwondo ke daerah Bekasi, tepatnya di SMAN 11 Bekasi ini. Untuk itulah mulai dipersiapkan segala sesuatunya, dimulai dari proposal pengajuan ke pihak sekolah, serta persiapan demo ekskul setelah proposal diterima. Dengan begitu diperkirakan Taekwondo DEKADE Team mulai masuk ke SMAN 11 Bekasi pada bulan Agustus tahun 2010 silam.

Setelah demo ekskul selesai, hasilnya Taekwondo DEKADE Team mendapat enam orang murid baru, meskipun sangat sedikit. Namun disinilah Taekwondo SMAN 11 Bekasi akan dikembangkan. Dengan ketua pertama nya adalah Kak Danti Ayu Anisa. Mungkin jumlah siswa Taewondo pada masa itu tidak seberapa. Tapi semakin berkembang


dikemudian hari, meskipun terhitung dari jumlahnya saja. Hal itu dibuktikan dari demo ekskul di tahun berikutnya. Berhasil menarik peminat sekitar lima belas siswa. Namun diangkatan kedua ini setidaknya sudah memiliki prestasi, dibuktikan dengan lolosnya seorang atlet SMAN 11 Bekasi dalam seleksi KEJURDA di Jakarta, dia mewakili SMAN 11 Bekasi, juga Taekwondo DEKADE Team dalam acara seleksi yang diadakan oleh Taekwondo Cakra Rajasa Club. Diangkatan kedua ini, diketuai oleh Kak Onesimus.



Sekali lagi, itu bukan lah puncak dri perkembangan Taekwondo SMAN 11 Bekasi. Ditahun berikutnya, dibawah ketua ketiga Taekwondo SMAN 11 Bekasi, Firdous Syifa. Berhasil merekrut hampir empat puluh siswa baru. Juga dimasa ini, Taekwondo SMAN 11 Bekasi juga semakin diperhitungkam di daerah Bekasi. Dengan berhasil menjadi Juara Umum Tiga dikejuaraan yang diakadan di SMAN 2 Bekasi yang dikenal dengan Etniez Cup. Setelah itu berhasi juga membawa nama baik SMAN 11 Bekasi setelah menjadi Juara Umum Satu diajang kejuaraan Horodo Cup.

Setelah itu, Taekwondo SMAN 11 Bekasi semakin berkembang maju, meskipun berbagai masalah pasti bermunculan. Namun kompaknya antar anggota membuat Taekwondo SMAN 11 Bekasi semakin berkembang. Kemudian, di tahun 2014 dibawah kepemimpinan Nodie Rivaldi, Taekwondo SMAN 11 Bekasi semakin berkembang dan berhasil mengharumkan nama baik sekolah. Dengan menjadi Juara Umum Satu diajang Cakra Rajasa Cup II dan menjadi Juara Umum Dua diajang Art Cup Piala DISORDA. Mungkin akan semakin berkembang di tahun yang akan datang.

b.      Kehidupan Keluarga Taekwondo SMAN 11 Bekasi

Kehidupan yang diajarkan disini, diajarkan untuk saling berbagi dan rasa kekeluargaan itu sendiri. Meskipun pada dasarnya taekwondo dilatih untuk kemampuan individu, namun kebersamaan, dan rasa kekeluargaan selalu dipupuk hingga tumbuh seperti sekarang ini. Disini juga selain diajarkan kemampuan beladiri, juga diajarkan bagaimana menjadi orang yang tepat waktu, dapat menepati janji, disiplin, dan memiliki tata karma

yang baik, sehingga itulah yang membuat Taekwondo SMAN 11 Bekasi semakin bersatu, kompak, dan berkembang.